Postulat dalam Fisika


Assalamualaikum ….

pada kesempatan kali ini akan di sampaikan mengenai 5 postulat dalam fisika, sebelum kita lanjut tentang 5 postulat itu, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu postulat? Postulat merupakan suatu anggapan dasar yang kebenarannya sudah di anggap benar. Postulat tidak perlu di buktikan lagi, karena mereka tampak benar. Misalnya titik-titik yang ditulis sejajar akan membentuk garis, ini merupakan postulat.
Berikut postulat dalam fisika.

POSTULAT EINSTEIN

Image result for einstein


     Permasalahan yang dimunculkan percobaan Michelson-Morley ini ternyata baru berhasil terpecahkan dengan teori relativitas khusus yang membentuk landasan bagi konsep-konsep baru tentang ruang dan waktu. Teori ini didasarkan pada dua postulat berikut, yang diajukan Albert Einstein pada tahun 1905.

Postulat I : hukum-hukum fisika tetap sama pernyataannya dalam semua sistem lembam.

Postulat II : laju cahaya memiliki nilai c yang sama dalam semua sistem lembam.

Nilai cepat rambat cahaya di ruang hampa atau vakum (misalnya, ruang vakum, atau “ruang bebas”) adalah mutlak/sama, tidak tergantung pada gerak pengamat maupun sumber cahaya.

Postulat pertama pada dasarnya menegaskan bahwa tidak ada satu pun percobaan yang dapat kita gunakan untuk mengukur kecepatan terhadap ruang mutlak. Yang dapat kita ukur hanyalah laju relatif dari dua sistem lembam. Dengan demikian, pertanyaan tentang keberadaan ruang mutlak tidak lagi bermanfaat. Mungkin saja terdapat suatu Sistem Acuan Semesta Agung, tetapi tidak ada satu pun percobaan yang dapat kita lakukan untuk menyingkap keberadaannya.

Postulat kedua kelihatannya tegas dan pula seolah-olah sederhana. Postulat kedua sering ditulis sembarangan dengan memasukkan bahwa kecepatan cahaya dalam ruang hampa adalah c untuk setiap kerangka acuan. Sebenarnya postulat ini adalah berasal dari dua postulat bukan dari postulat kedua itu sendiri. Postulat kedua tidak lain merupakan konsekuensi dari percobaan Michelson-Morley bahwa laju cahaya dalam arah silang maupun searah sumber adalah sama. Dan postulat kedua ini menegaskan pula bahwa laju cahaya pun akan tetap sama bagi pengamat yang sedang berada dalam keadaan gerak relatif, selama pengamat tersebut merupakan sistem inersial.

Kedua postulat Einstein yang dibatasi dalam ruang lingkup kerangka inersial itu disebut dengan teori relativitas khusus. Sedangkan teorinya yang dikeluarkan tahun 1917, diperluas dalam kerangka noninersial (kerangka yang dipercepat satu sama lainnya), disebut dengan teori relativitas umum. Teori Einstein ini telah mengubah cara pandang manusia dalam memahami alam dan memecah kemutlakan ruang waktu versi Galileo dan Newton yang bertahan selama kurang lebih 300 tahun. Kita akan lihat beberapa konsekuensi postulat Einstein dan hal-hal menarik yang diturunkan darinya. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Model dan evaluasi pembelajaran ipa

Disrupsi Inovasi Melaui Internet of Things (IOT)

Review Pembelajaran STAD ( Student Team Achievement Divisions )